Pandemi Kebodohan

Keterangan foto - Kiri ke Kanan: AA LaNyala Mataliti (Ketua DPD-RI), Jend purn Try Sutrisno (Mantan Wakil Presiden RI), dr. Zulkifli S Ekomei. Oleh : Zulkifli S Ekomei Pikiran merdeka.com - (Mu...

Pandemi Kebodohan
Bacakan Artikel

JALURDUA Keterangan foto - Kiri ke Kanan: AA LaNyala Mataliti (Ketua DPD-RI), Jend purn Try Sutrisno (Mantan Wakil Presiden RI), dr. Zulkifli S Ekomei.

Oleh : Zulkifli S Ekomei

Pikiran merdeka.com - (Mungkin) bila ditulis soal sejarah pencitraan di Indonesia, khususnya sejak model pemilihan presiden (pilpres) berubah menjadi one man one vote (sebagai produk langsung UUD'45 Palsu), kemungkinan juaranya adalah "Tim"-nya Jokowi. Mereka ahlinya ahli. Tim tersebut hingga kini tetap solid. Bahkan terus mengawal Jokowi selama menjabat presiden. Ini terlihat dari pola pencitraan yang nyaris tidak berubah.

Jangan heran, ketika ia melakukan kunjungan ke daerah lalu melempar-lempar bingkisan, atau menyapa warga, selalu menebar bingkisan (materi) kepada rakyat. Modus sinterklas.

Hal yang fenomenal adalah, jangankan kunjungan ke daerah, sedang kegagalan kebijakan saja bisa diubahnya menjadi ajang pencitraan. Luar biasa. Sekali lagi, Tim Jokowi ahlinya ahli dalam hal membentuk opini "Core of the core". Ini kerap dilakukan tatkala ia memarahi para menterinya pada sidang kabinet. Videonya beredar kemana-mana. Narasi dan "framing" yang ingin dirajut, seolah-olah ia sudah bekerja, tetapi para menteri gagal mewujudkan visi. Para pembantunya tak memiliki etos kerja sehingga tidak mampu memenuhi harapan publik. "Bodoh!", ucap Jokowi dengan ekspresi marah.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: