Pilpres Tak Berkualitas, Menangkan Kekuatan Modal.
Oleh: Agusto Sulistio - Pegiat Sosmed, Pendiri The Activist Cyber. Pada umumnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di negara demokrasi, khususnya di Indonesia, bahwa pemilihan presiden biasanya hanya se...
Karl Marx, mengembangkan teori-teori tentang kapitalisme dan ketidaksetaraan ekonomi, yang menggambarkan bagaimana sistem ekonomi yang tidak berubah akan cenderung memperkuat kelas yang berkuasa dan merugikan kelas pekerja.
Bahwa politik dan pemilihan presiden sering kali hanya merupakan cerminan dari struktur ekonomi yang ada.
Jika pandangan Karl Mark dikaitkan pada konteks pilpres Indonesia saat ini, bahwa pemilihan presiden tidak secara signifikan akan mempengaruhi isu-isu seperti ketidaksetaraan ekonomi, lapangan kerja, dan kesejahteraan rakyat, karena struktur ekonomi dan kekuatan politik yang mendasarinya tetap tidak berubah.
Pandangan teori sosial ekonomi Karl Marx dapat dilihat pada perjuangan buruh untuk hak-hak pekerja, gerakan sosialis, dan perubahan sosial yang bertujuan mengurangi ketidaksetaraan ekonomi.
Capres Tersandra
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Secangkir Kopi Perpisahan di Bundaran Pinisi – Iptu Muhammad Ali & AKP Ahmad...
- Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto Apresiasi Personel Sukses Amankan Operas...