Sebut Ada Mafia Miigor, Mendag: Maaf Kami Tidak Dapat Mengontrol

Jalurdua.com - Jakarta | Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan permohonan maaf karena tidak mampu menormalisasi harga minyak goreng. Ia menyebut ada mafia-mafia yang mengambil keuntungan...

Sebut Ada Mafia Miigor, Mendag: Maaf Kami Tidak Dapat Mengontrol
Bacakan Artikel

"Sementara ini kita punya datanya dan sedang diperiksa oleh kepolisian Satgas Pangan tetapi keadaannya sudah sangat kritis oleh ketegangan," ucapnya.

Mendag meyakini ada mafia minyak goreng karena harga komoditas minyak nabati tersebut masih belum normal setelah pemerintah menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Domestic Market Obligation (DMO).

Menurut Mendag, harusnya kebutuhan minyak goreng masyarakat bisa terpenuhi setiap bulannya karena kedua kebijakan tersebut. Namun kenyataannya berbeda. Harga minyak goreng langka dan harganya tidak sesuai HET.

Mendag mengungkapkan, pada 14 Februari-16 Maret 2022, kebijakan DMO bisa mengumpulkan 720.612 ton minyak sawit dari 3,5 juta ton total ekspor produk CPO dan mendistribusikan sebanyak 551.069 ton, atau 76,4 persen ke masyarakat.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), normalnya setiap orang Indonesia mengkonsumsi 1 liter minyak goreng tiap bulan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: