Adhie Massardi: Jika Big Data tak Divonis 'Hoax' Bahaya Laten Penundaan Pemilu Akan Terus Ada
Adhie M Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) - Foto: Sindonews Jalurdua.com - Jakarta | Selama aparat kepolisian belum bersikap soal laporan dugaan hoax big data d...
Apalagi kata Adhie, kejelasan tahapan menuju pemilu belum dipastikan pihak berwenang, baik soal mekanisme, instrumen KPU di bawahnya, hingga persoalan anggaran.
"Meskipun anggaran sudah disahkan, kita tidak tahu apakah uangnya ada atau tidak.Kalau sampai hari H-nya ternyata uangnya enggak ada, bisa terjadi pemilu ditunda. Penundaan kemudianmendapat legitimasi sebagaimana klaim atas kehendak rakyat sesuai big data," jelas Adhie.
Oleh karenanya, Adhie meminta polisi segera menyatakan status big data soal dukungan perpanjangan periode maupun penundaan pemilu.
"Big data ini sudah membuat kegaduhan di mana-mana dan tidak dinyatakan hoax juga. Maka dengan demikian, ini masih dianggap benar dan berpotensi akan menimbulkan kegaduhan berkelanjutan," pungkas Adhie.
(Agt / Sumber: Rmol)
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Hasil Autopsi Penembakan Kajang Bulukumba: Luka Lebam Benda Tumpul, Keluarga Tun...
- Polisi Bulukumba Tangkap Pelaku Curanmor dalam Waktu Singkat: Kronologi dan Peng...
- 29 Tersangka Dibekuk, Polda Sulsel Bongkar Dalang Pembakaran DPRD Sulsel dan Mak...
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”