Bagaimana Caranya? Upaya Seragamkan Awal dan Akhir Bulan Puasa

Jalurdua.com - Jakarta | Perbedaan awal dan akhir puasa Ramadan adalah persoalan yang sudah lama ingin diselesaikan oleh pemerintah, astronom, dan pemuka agama Islam. Itu kembali terjadi tahun ini...

Bagaimana Caranya? Upaya Seragamkan Awal dan Akhir Bulan Puasa
Bacakan Artikel

Maka dari itu, ia berusaha mencari suatu kriteria alternatif.

Kriteria baru MABIMS
Pada 2010, melalui sebuah makalah yang diterbitkan Lapan, Thomas mengusulkan kriteria baru untuk melihat hilal, yaitu ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Makalah tersebut juga ia muat di blog pribadinya.

Kriteria ini dianggap bisa menjadi titik temu dari perbedaan selama ini antara pemerintah dan ormas Islam.

Setelah disosialisasikan dan dikaji selama lebih dari satu dekade, pada Desember 2021, kriteria tersebut disepakati dalam forum menteri-menteri agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura atau MABIMS. Indonesia memutuskan untuk mulai menerapkan kriteria tersebut pada tahun 2022.

Thomas mengatakan kriteria baru tersebut ia rumuskan berdasarkan data-data astronomi global dan kajian dari berbagai jurnal astronomi. "Secara global dari data-data, itu menunjukkan tidak ada hilal yang teramati, yang sahih, yang ketinggiannya di bawah 3 derajat. Sehingga itu diusulkan untuk menjadi kriteria baru," ujarnya.

"Makna fisisnya, bahwa dengan syarat tersebut, hilal yang sangat tipis itu diharapkan bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup terang. Dengan tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, kontras hilal dan cahaya syafak memungkinkan hilal dapat di-rukyat," ia menambahkan.

Menurut Thomas, untuk membuat kriteria yang dapat menjadi titik temu, harus menggunakan data astronomi yang sahih dan rujukan dalil-dalil agama.

"Tidak bisa sepenuhnya astronomi, tetapi kalau sepenuhnya menggunakan dalil agama juga tidak akan mempersatukan. Oleh karena itu kemudian diintegrasikan," kata Thomas.

Menyeragamkan kalender Islam
Penetapan kriteria baru tiga derajat adalah bagian dari upaya menyeragamkan kalender hijriah terutama tiga bulan terpenting bagi umat Islam — Ramadan (bulan puasa), Syawal (Idul Fitri), dan Dzulhijah (Idul Adha).

Kementerian Agama (Kemenag) telah membentuk tim unifikasi kalender hijriah yang beranggotakan perwakilan dari ormas-ormas Islam.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: