Bahaya Laten Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Adhie M Massardi - Foto : KedaiPena Oleh : Adhie M Massardi - Ketua Komite Eksekutif KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) KEPEMIMPINAN Ferdinan Marcos yang rakus (korupsi, kolusi, dan ne...

Bahaya Laten Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Bacakan Artikel

JALURDUA Adhie M Massardi - Foto : KedaiPena

Oleh : Adhie M Massardi - Ketua Komite Eksekutif KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia)

KEPEMIMPINAN Ferdinan Marcos yang rakus (korupsi, kolusi, dan nepotisme) akhirnya dihentikan rakyatnya yang muak pada penguasa lewat gerakan kesadaran kolektif masyarakat (People Power) pada 1986.

Dalam peristiwa peralihan kekuasaan yang mendebarkan itu, sejarah mencatat 3 (tiga) hal penting sumbangan bangsa Filipina dalam pengkayaan nilai dan tradisi demokrasi yang kemudian menjadi acuan bangsa-bangsa di muka bumi dalam berdemokrasi.

Pertama, tentu saja, kosa kata people power. Kedua, ini paling fenomenal, cara perhitungan cepat (quick count) dalam pemilu yang digagas Namfrel (National Citizens' Movement for Free Elections), lembaga independen pemantau pemilu, yang kemudian menjadi tren di dunia.

Sebagai catatan, hasil quick count inilah yang menjadi pemicu lahirnya people power, karena hasil perhitungan cepat itu mengungkap kecurangan perhitungan yang dilakukan Comelec (KPU Filipina).

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: