Bahaya Laten Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Adhie M Massardi - Foto : KedaiPena Oleh : Adhie M Massardi - Ketua Komite Eksekutif KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) KEPEMIMPINAN Ferdinan Marcos yang rakus (korupsi, kolusi, dan ne...
Nilai-nilai bernegara seperti inilah yang belum pernah dibangun di negeri ini. Bahkan presiden pertama RI Sukarno terjebak dalam nafsu kekuasaan, hingga terperdaya oleh godaan “presiden seumur hidup”. Suharto setali tiga uang. Ingin terus berkuasa.
Memang, memperpanjang masa jabatan presiden merupakan bahaya laten di banyak negara berkembang. Apalagi di Indonesia, negara yang tidak bisa lagi melahirkan pemimpin, kecuali segelintir lapisan elite yang rakus.
Lapisan elite yang dendam kepada masa lalu yang miskin, sehingga saat berkuasa melampiaskan nafsu berkuasanya secara tak malu-malu.
Sukses tak sukses ngelola pemerintahan, yang penting masa jabatan diperpanjang. Tak setuju? Dilibas!
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Polres Bulukumba Tegaskan Penanganan Terbuka Dugaan Penistaan Agama
- Ramadan Berkah di Bulukumba: Operasi Helm Berubah Jadi “Ngaji On The Road”