Bahaya Laten Perpanjangan Masa Jabatan Presiden
Adhie M Massardi - Foto : KedaiPena Oleh : Adhie M Massardi - Ketua Komite Eksekutif KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) KEPEMIMPINAN Ferdinan Marcos yang rakus (korupsi, kolusi, dan ne...
Sialnya, di negara kita quick count justru dipakai lembaga-lembaga survei “benalu demokrasi” untuk melegitimasi kecurangan hanya demi mendapat banyak uang, tapi menggadaikan masa depan rakyat.
Sumbangan ketiga, tapi ini hanya berlaku bagi pola kepemimpinan di negara-negara berkembang seperti Indonesia, adalah “membangun tradisi etika berkuasa”. Yaitu menahan nafsu kekuasaan.
Tradisi menjalankan etika berkuasa ini dibangun oleh dua tokoh politik penting dalam gerakan people power. Benar, mereka adalah Maria Corazon "Cory" Sumulong Cojuangco Aquino alias Cory Aquino, Presiden Filipina ke-11 (1986-1992) dan Fidel Valdez Ramos, Presiden Filipina ke-12 (1992-1998).
Cory Aquino bukan saja berhasil mengembalikan stabiliitas politik pasca rezim diktator Marcos yang rakus, tapi ia juga sukses meningkatkan perekonomian negaranya. Dan lebih dari itu, secara internasional Cory sanggup meningkatkan harkat dan martabat bangsanya dalam pergaulan dunia.
Penggantinya, Fidel Ramos, yang pernah menjadi tokoh militer penting era rezim Marcos, sanggup mempertahankan semua hal yang sukses dibangun Cory Aquino. Bahkan dalam beberapa hal bisa ditingkatkan. Seperti di sektor ekonomi dan dalam mengembalikan persatuan bangsanya (meredam gerakan separatis Moro).
Melihat kesuksesan yang nyata dan bukan rekayasa melalui lembaga-lembaga survei haus duit, karena dirasakan langsung oleh rakyatnya, maka di akhir masa jabatannya, baik Cory Aquino maupun Fidel Ramos, didorong okeh banyak keuatan politik agar mau memimpin Filipina untuk dua kali (2 periode) masa jabatan.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania