Kedaulatan Ustadz
Setiap predikat di tengah sosial membutuhkan legitimasi. Salah satunya adalah ustadz. Setiap ustadz kerap kita elu-elukan keilmuannya lantaran dianggap bisa menjadi kamus berjalan. Kamus hidup bagi p...
JALURDUA Setiap predikat di tengah sosial membutuhkan legitimasi. Salah satunya adalah ustadz. Setiap ustadz kerap kita elu-elukan keilmuannya lantaran dianggap bisa menjadi kamus berjalan. Kamus hidup bagi persoalan-persoalan agama. Pintu ilmu untuk mengorek seputar fiqih, syariat, dan konversi-konversi yang menyertai 'keustadzan' seseorang di tengah kita.
Lalu kita pun terbiasa mengelu-elukan simbol-simbol. Kadang teramat aneh memang jika seseorang yang kita sepakati sebagai ustadz mengecewakan dalam hal penampilan. Standar fisik seorang ustadz tidak pernah jauh-jauh dari peci, kopiah, baju koko, gamis, dan sarung. Kalau perlu dlengkapi jenggot.
Sebagian kita mungkin toleran terhadap penampilan ustadz. Kita lebih merujuk kepada rutinitas ibadah seseorang yang kita sepakati sebagai ustadz dibandingkan penampilan kesehariannya.
Ketika seorang ustadz melanggar pakem-pakem sosial yang tidak tertulis itu maka keustadzannya akan omg mengalami resistensi publik. Setidaknya kekecewaan. Sebab begitulah kita sejak jaman baheula. Mentradisikan kulit luar sebagai acuan utama. Kita lebih sering menyenangi cover dibandingkan isi.
Di masa kini siapapun bisa jadi ustadz. Meskipun dia hanya alumni S1 perguruan tinggi. Meskipun ilmunya tentang Islam masih sangat hijau sebab hanya diperoleh dari buku-buku dan pesantren. Itupun yang dikuasainya hanya dasar-dasar Ilmu Fiqih dan sedikit ilmu hadits.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Saat Demokrasi Nyemplung ke dalam Secangkir Kopi
- Inai Tutu Iya Upa', Inai Pacapa' Iya Cilaka
- Kota yang Bergerak Maju adalah Kota yang Diserbu Banjir
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi