Kegalauan dan Politik Gula-Gula Jokowi

Foto : Ekonomi Bisnis.com Setidaknya ada tiga isue besar di tanah air yang seharusnya mesti kita cermati bersama secara serius. Pertama, tentang perpindahan IKN (Ibu Kota Negara) yang sudah keluar...

Kegalauan dan Politik Gula-Gula Jokowi
Bacakan Artikel

Kalau dimasa Pemerintahan SBY periode ke-dua, Pak SBY pernah curhat tentang para menteri dan elit politik serta pengusahaa dua tahun menjelang habis masa jabatan mulai di tinggalkan, telpon mulai lambat di angkat, dan di undang rapat mulai tak hadir dengan berbagai alasan. (dari berbagai sumber terpercaya)

Disinilah kita bisa melihat, bagaimana sebenarnya Pak Jokowi tentu tidak akan jauh dari apa yang di rasakan Pak SBY menjelang di akhir masa jabatannya. Yaitu “galau” dan memasuki fase post power syndrom.

Namun Jokowi tampaknya belajar cepat akan kondisi itu. Dan sangat tahu bagaimana memainkan kartu truft sebagai penguasa dan memainkan psikologi elit politik tanah air ini.

Maka, di mainkanlah isu tentang perpindahan IKN ini. Apa dimensi dan substansi dari proyek IKN ini ? Semua tak lain adalah implementasi politik gula-gula nya Jokowi. Karena sudah jadi rahasia umum dan seperti yang pernah di kupas majalah Tempo dan banyak media lainnya. Proyek IKN ibarat pembagian kavling proyek masa depan yang bernilai sangat fantastis ribuan trilyun. Ada banyak nama besar dan kelompok elit oligharki di belakangnya.

Proyek IKN ini telah begitu menghipnotis dan mensihir kepala para elit politik Nasional. Sampai PBNU, Ormas Pemuda Pancasila pun ikut berbicara akan bangun kantor Ormas pertama di IKN, mengekor dengan statemen Jokowi ingin bangun tenda dan nginap di IKN.

Sudah terbayangkan bagaimana politik gula-gula IKN ini, menjelma menjadi kavling-kavling sumber daya pundi-pundi barisan pendukung Jokowi. Dan terbukti, Jokowi tak perlu lagi koar-koar habiskan tenaga suarakan perpindahan IKN. Cukup para pendukung yang menikmati gula-gula proyek IKN ini yang berjibaku menggoalkan ketok palu jadi Undang-Undang.

Lalu bagaimana dengan PDIP, Gerindra atau barisan oposisi pemerintaj hari ini ?

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: