Kian Kritis, Emak-emak : Rakyat Sudah Jatuh Masih Tertimpa Tangga
Ibu Neneng Rusniasih (Rabbaniah Kota Bekasi) - Foto : Ist. Jalurdua.com - Jakarta | Kehadiran Emak-emak dalam dunia politik, khususnya aktivitas kritis yang menyentuh kepada hal sosial sehari-har...
"Saat penyebaran Covid tinggi yang puncaknya pada sekitar Juni tahun 2021 lalu, banyak masyarakat penderita Covid dirawat, dikarantina, disertai keadaan tenaga medis, obat-obatan dan RS sangat terbatas, akibat jumlah penderita naik drastis, serta tak sedikit saudara-saudara kita saat itu yang wafat," kenang Ibu Neneng Rusniasih dengan mata berkaca-kaca.
Lebih lanjut Neneng sampaikan, pada saat itu banyak pekerja yang terkena PHK, jikapun ada yang masih kerja hanya sebatas part time, kemudian ada pula yang bekerja di rumah "WFH" (Work From Home). Kerja dengan sistem ini masih dikatakan lumayan meski otomatis penghasilan berkurang separuhnya, belum lagi para pedagang yang dilarang berjualan akibat penerapan PSBB, ungkapnya.
Dari berbagai pemberitaan kondisi pandemi Covid memberikan dampak luas secara Internasional, khususnya pada sektor ekonomi, selain kesehatan. Tak saja terjadi di Indonesia, seluruh negara belahan duni mengalami kemerosotan ekonomi, hingga ekonomi masyarakat pun terpuruk, yang dampaknya kepada stabilitas keamanan, kesehatan dan ekonomi. Sehingga akibat keadaan ekonomi sulit maka soal kesehatan, masyarakat sulit lakukan mencegahan, pengobatan, selain oleh minimnya pengetahuan soal Covid itu sendiri.
Oleh karena keadaan yang diakibatkan dari pandemi Covid begitu kompleks, Masyarakat menurut Neneng menjadi tersungkur secara ekonomi, keuangan terkonsentrasi untuk soal kesehatan, jika pun bagi masyarakat yang tidak terkena covid, namun untuk pencegahan diperlukan antisipasi yaitu dengan asupan guna mejaga imun dll agar tidak terkena covid. Beli obat-obat pencegah dan lain-lain sembari kondisi keuangan sudah merosot separuhnya, tegas Neneng.
"Sebelum covid masuk ke Indonesia, masyarakat sudah teriak-teriak di medsos agar pemerintah cepat tanggap namun pemerintah saat itu Menkes mengatakan bahwa covid tidak akan masuk ke Indonesia, padahal sudah ada masyarakat yang terkena covid, merespon keadaan saat itu, (Menkes hanya merespon, "nanti juga sembuh sendiri")," terang Neneng Rusniasih mengenang respon Menkes saat awal Covid mulai masuk ke Indonesia.
- Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR
- Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania
- Raja Yordania Abdullah II sambangi Indonesia, berikut profilnya
- Profil istri Wiranto, Rugaiya Usman
- Berikut rangkuman lawatan Ratu Máxima di Indonesia
- Dari Bulukumba, Refleksi HPN 2026 untuk Pers Indonesia
- Sinyal Jokowi
- Lewat Parpol Tak Berhasil, Diduga Operasi Penundaan Pemilu 2024 Bergeser ke KPU
- Uji Kompetensi Wajib? Strategi Kemnaker Perkuat Daya Saing Lulusan Magang
- Abdul Razak Nasution Tidak Paham AD/ART dan Peraturan Organisasi