Pilpres Tak Berkualitas, Menangkan Kekuatan Modal.

Oleh: Agusto Sulistio - Pegiat Sosmed, Pendiri The Activist Cyber. Pada umumnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di negara demokrasi, khususnya di Indonesia, bahwa pemilihan presiden biasanya hanya se...

Pilpres Tak Berkualitas, Menangkan Kekuatan Modal.
Bacakan Artikel

JALURDUA Oleh: Agusto Sulistio - Pegiat Sosmed, Pendiri The Activist Cyber.

Pada umumnya Pemilihan Presiden (Pilpres) di negara demokrasi, khususnya di Indonesia, bahwa pemilihan presiden biasanya hanya sebatas menjalankan amanah konstitusi, dan agenda 5 tahunan.

Sayangnya dan seringkali, dalam pelaksanaannya bahwa pergantian kekuasaan tidak menyentuh kepada hal-hal yang substansial seperti terwujudnya kesejahteraan rakyat, lapangan kerja, dan semua hal yang berkaitan dengan kebutuhan hidup rakyat.

Pilpres dapat dimaknai hanya mengganti fisik presiden namun tanpa merubah sistemnya. Apalagi pilpres dengan menerapkan sistem presidential threshold 20% yang akan lebih jauh dari harapan. Presiden terpilih nantinya akan lebih cenderung mengabdi kepada partai pengusung dan kekuatan pemodal yang mendukungnya. Hal seperti tidak akan dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat, dan tetap terjadi yang kaya makin kaya, yang miskin tambah susah.

Pandangan tersebut telah diungkapkan oleh beberapa filsuf dan ilmuwan sosial, salah satunya Karl Marx.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: