THR 2022 Cair di Tengah Naiknya Harga Diianggap tak Setimpal: ‘Saya Harus Nombok‘

Gambar : Ilustrasi Jalurdua.com - Jakarta | Kebijakan pemerintah Indonesia mengucurkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) seiring dengan mewajibkan perusahaan membayar penu...

THR 2022 Cair di Tengah Naiknya Harga Diianggap tak Setimpal: ‘Saya Harus Nombok‘
Bacakan Artikel

Sedangkan anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu mengatakan bahwa "kebijakan ini adalah upaya pemerintah membantu masyarakat kecil, sambil pemerintah menata dan mencegah kelangkaan serta kenaikan harga bahan pokok".

THR untuk menombok kebutuhan pokok
Dengan penghasilan sebesar Rp2,75 juta per bulan, Ardi Mardiansyah mengaku "sangat terbebani" dengan kenaikan harga-harga yang terjadi secara berentetan beberapa waktu belakangan.

Ardi -yang juga menanggung kebutuhan kedua orang tuanya—biasanya menghabiskan Rp600.000 -Rp700.000 per bulan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Tetapi saat ini, pengeluarannya untuk kebutuhan pokok bisa mencapai lebih dari Rp1 juta per bulan.

Hal itu dipicu oleh kenaikan bahan pangan seperti minyak goreng, daging ayam, hingga daging sapi yang biasanya dia konsumsi. Untuk mengatasinya, Ardi terpaksa mengurangi konsumsinya.

"Dari situ kita irit-irit juga, mengurangi bahan pokok yang dibeli. Contohnya daging ayam biasanya beli satu ekor, sekarang setengah ekor. Penggantinya saya perbanyak stok telur ayam dan indomie," papar Ardi.

Biasanya, Ardi menggunakan uang THR yang dia dapat untuk keperluan tambahan keluarga serta dibagi-bagi ke sanak saudara, tetapi untuk tahun ini uang THR akan dia gunakan untuk menambal kebutuhan sehari-hari yang meningkat.

Tekanan serupa juga dialami oleh seorang buruh pabrik di kawasan Cakung, Jakarta Utara, Sri Rahmawati, 43, yang penghasilannya setara upah minimum provinsi (UMP) di Jakarta. Sedangkan suaminya yang bekerja sebagai satpam dengan status pekerja alih daya, berpenghasilan di bawah UMP.

Rahma memiliki dua anak sebagai tanggungannya, juga masih membiayai orang tuanya yang berada di kampung halamannya di Nusa Tenggara Barat.

Kenaikan harga-harga yang belakangan terjadi membuat situasi keuangan Rahma terasa makin sesak, bahkan sampai harus berutang demi menutupi keperluan.

Dana THR yang akan cair pada tanggal 25 April mendatang, rencananya akan dia gunakan untuk menombok kebutuhan tersebut.

"Kalau sebelum-sebelumnya kan masih bisa kita berbagi kepada keluarga, beli kebutuhan Lebaran, kalau untuk tahun ini karena saya sebelumnya sudah menombok untuk kebutuhan sehari-hari, jadi ya enggak bisa full (THR) untuk persiapan Lebaran," kata dia.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: