Menurunnya Aksi Protes Pilpres Curang Akibat Kepentingan Kekuasaan Parpol
Oleh: Agusto Sulistio - Mantan Kepala Aksi dan Advokasi PIJAR era90an. Meskipun Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, mantan aktivis mahasiswa dengan rekam jejak prestasi positif, menjadi kandidat Ca...
JALURDUA Oleh: Agusto Sulistio - Mantan Kepala Aksi dan Advokasi PIJAR era90an.
Meskipun Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, mantan aktivis mahasiswa dengan rekam jejak prestasi positif, menjadi kandidat Capres nomor 01 dan nomor 03 dalam pemilihan presiden 2024, namun klaim kecurangan yang dilontarkan oleh partai politik pengusung keduanya tidak memicu antusiasme protes atau aksi demonstrasi yang signifikan dari mahasiswa dan rakyat.
Hal ini menyoroti dinamika politik saat ini, di mana keterlibatan mantan aktivis mahasiswa dalam proses politik terkabur oleh politisasi dan kecurigaan terhadap proses pemilihan. Penurunan antusiasme ini mencerminkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap efektivitas aksi demonstrasi dalam mencapai perubahan, terutama ketika terjadi manipulasi politik.
Foucauld: Kekuasaan merasuk dalam struktur masyarakat
Michel Foucault, filsuf Prancis abad ke-20, mengungkapkan bahwa kekuasaan tidak hanya terlihat dalam struktur politik, tetapi juga merasuk dalam relasi sosial dan kontrol sehari-hari. Dalam karya-karyanya, ia menyoroti bagaimana institusi-institusi seperti sekolah, rumah sakit, dan penjara digunakan untuk mempertahankan struktur hierarki dan kontrol. Pandangan Foucault memberikan wawasan tentang bagaimana kekuasaan politik berperan dalam mempertahankan dominasi melalui manipulasi politik partai yang mencari kekuasaan, yang relevan dalam konteks aksi demonstrasi. Analisisnya menekankan pentingnya memahami dinamika kekuasaan yang tersembunyi di balik politik formal dan bagaimana kekuasaan tersebut dimanfaatkan untuk mempertahankan kepentingan tertentu. Salah satu karyanya yang relevan adalah "Surveiller et punir: Naissance de la prison" (Surveil and Punish: The Birth of the Prison), yang mengulas evolusi sistem penjara dan kekuasaan penegakan hukum modern.
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama
- Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Feli Ingin Pertahankan Medali, tapi Tetap Realistis
- Soal Rodri, Guardiola: Yang Tak Bahagia Harus Pergi
- Rosenior Tak Akan Cabut Ban Wakil Kapten Enzo Fernandez
- Menjaga Wibawa Negara di Era Media Sosial
- Satu Tahun Prabowo: Jumhur Hidayat Soroti “Execution Gap” dan Dorong Program Mak...
- Siapa yang Lebih Tepat Disebut Keblinger, Prof Eggi atau Dedi Mulyadi?
- Bukayo Saka Baik-baik saja
- Piala FA: Brace Haaland Bawa City Ungguli Liverpool 2-0 di Babak Pertama